12
Jul
08

DMC: Dante’s dazing part 2

Ini hanyalah sekedar cerita fan fiction belaka. Kesamaan nama dan tempat adalah unsur kesengajaan. Namanya juga fanfic -_____-

title: DMC (dante may cry) dante’s dazing
author: takao
editor: Akito a.k.a Kitto a.k.a K
staring: dante of course, larc, gaku, dan bbrp figuran
genre: fanfic uhm… Action kali ya.. Atw adventure?

see too : dmc dante’s dazing part 1

Angin malam berhembus dengan kuat. Begitu dingin hingga menusuk tulang. Dante duduk terdiam, di sebuah gang yang kotor. Mata nya menerawang ke atas. Pikiranya kosong…

Saat masih terdiam, tiba-tiba saja dante mendengar suara langkah kaki. Dante cuek, ia sudah tidak peduli lagi pada segalanya. Tetapi, langkah kaki tersebut terdengar begitu banyak, dante pun menyadari kalau ada lebih dari satu orang yang datang. Dante mulai waspada. Ia memasang kuda-kuda menyerang. Apalagi saat langkah tersebut terasa semakin dekat. Dante bersiap-siap dengan ivory dan ebony nya…

Terlihat bayangan seseorang, dante menarik nafas panjang. Kemudian, datanglah seorang pria berkacamata hitam dengan terburu-buru. Ia tampak agak terkejut saat melihat dante. Tetapi, dengan segera ia bersembunyi di balik punggung dante.

“sembunyikan aku” pinta pria tersebut.

Dante, yang merasa kalau pria tersebut tidaklah berbahaya, langsung menegakan badanya agar pria tersebut terhalangi.

Langkah kaki yang di takutkan dante terasa semakin mendekat. Lalu datanglah sekelompok orang yang terlihat membawa-bawa kamera sedang mencari-cari sesuatu. Mereka melihat dante, namun tidak memperdulikanya.

Dante berpikir kalau mereka mencari-cari pria yang sedang bersembunyi di balik punggungnya. Merasa harus menolong, dante pun menyapa mereka…

Dante: “jika kalian sedang mencari-cari seorang pria, ia lari ke arah sana” ucap dante sembari menunjuk ke sembarang arah.

Tanpa banyak basa-basi lagi, mereka pun bergegas ke arah yang telah di tunjuk dante. Setelah mereka tak terlihat lagi, dante pun segera memberi isyarat pada sang pria agar keluar dari tempat persembunyianya.

Dante: “kau beruntung. karena tempat ini gelap, kau jadi tak terlihat”

pria tersebut melihat ke sekelilingnya, memastikan kalau sudah benar-benar aman. Setelah menghela nafas panjang, ia pun memperkenalkan dirinya kepada dante…

Gackt: “thanks karena sudah menolongku, namaku gackt” ucap pria tersebut sambil melepas sunglass nya.

Dante: “Aa? Gak??” tanya dante. Ia merasa kalau nama itu sangatlah aneh. *gomen dears~*

gackt: “ya… Aku tahu kalau kau sudah mengenalku, tapi tak ada salahnya kan kalau aku memperkenalkan lagi diriku?” kata gackt kepedean sambil menulis di sebuah memo.

Gackt: “ini, sekali lagi thank you sudah menolongku” ucap gackt sembari memberikan tanda tanganya kepada dante.

Dante menjadi semakin bingung. Pasalnya, ia baru saja kenal pria ini. Tetapi, ia bertingkah seolah-olah ia adalah orang penting.

Dante: “errrrr… Sebenarnya, kau ini siapa sih, apakah kau orang penting di sini?” tanya dante ragu-ragu.

Gackt: “eeh? Kau tak mengenal ku?” gackt tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

Dante: “uhm.. Kenal sih, tadi kan baru banget kenalan. Tapi, kau ini sebenarnya siapa sampai-sampai memberiku tanda tangan segala?”

gackt: “harusnya aku yang tanya! Kau ini siapa sebenarnya? Kalau kau sampai tidak mengenalku, berarti kau bukan orang jepang kan?”

dante terdiam sesaat, kemudian ia menjawab

dante: “…… ya, aku tersesat. Sebenarnya aku tidak begitu yakin, tapi sepertinya… Tempat asal ku bukanlah di dimensi ini…” jawab dante lesu.

Gackt terdiam sesaat. Ia berusaha mencerna ucapan dante barusan.

Gackt: “jadi, kau sudah menembus wormhole ya? Wah, seperti di cerita-cerita fiksi saja sih ^^” *emang ini cerita fiksi kan?*

dante: “aku juga tidak tahu…” jawab dante sambil merapatkan coatnya karena udara terasa semakin dingin.

Gackt: “lalu, bagaimana caramu pulang kembali ke dimensi mu?” tanya gackt iba.

Dante hanya menggeleng perlahan. Matanya menerawang ke bawah.

Gackt: “kau pasti bingung harus menetap di mana. Ikut lah dengan ku. Aku juga bosan sendirian terus di apartemen ku.” ajak gackt.

Dante: “eh, tidak usah repot-repot” jawab dante. Ia trauma karena bertemu orang aneh terus seharian ini.

Gackt: “jangan malu-malu…” kata gackt sambil menarik paksa tangan dante menuju ke mobilnya.

*di dalam mobil gaku*

gackt: “kencangkan sabuk pengaman mu, aku mau ngebut”

dante: “ah… Gak, kau tidak perlu repot-repot sampai membawaku ke apartement mu” kata dante. Sebenarnya sih ia sudah muak bertemu orang aneh terus menerus.

Gackt: “tak apa, aku senang ada teman ngobrol. Oh iya, siapa namamu?”

dante: “da.. Dante…”

gackt: “allrite dante, bersiaplah! Aku tancap gas!” ucap gackt sambil menginjak pedal gas mobil tanpa melihat kiri kanan dahulu.

Karena cara mengendarai gackt yang seenaknya, ia berhasil menabrak tong sampah, menyerempet kursi taman, membentur tembok beberapa kali, melindas papan peringatan dan membuat dante kejang-kejang dengan sukses…

Tapi, positif nya mereka bisa sampai ke apartement gackt hanya dalam beberapa menit.

Gackt: “selamat datang di apartement ku. Anggaplah rumah sendiri”

Dante: *masih berusaha menyadarkan diri* “gelapnya~” pikir dante

gackt pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur.

Gackt: “aku lelah, aku tidur duluan ya…”

dante: “eh!? Aku kan tamu!!” protes dante.

Gackt: “and… so?” gackt tidak mengerti.

Dante: “di mana-mana, tamu di perlakukan istimewa! Harusnya aku yang tidur di kasur!”

Gackt: “hei hei… Harusnya kau lebih menghormati tuan rumah, jadi akulah yang berhak tidur disini!”

Dante: “Tidak mau! Lantai rumahmu kan dingin!” lalu, dante menarik paksa gackt dari kasur.

Gackt pun tidak tinggal diam. Ia balas melawan dante. Dan akhirnya merekapun bergulat di atas kasur…

Gackt:
“aah! Sudahlah, ayo kita putuskan dengan janken!

Merekapun melakukan janken. Setelah 5x janken, dante pun keluar sebagai pemenang…

Gackt: “takao… Masa, gakuto kamui yang ganteng dan berkharisma ini harus tidur di lantai sih? Ga mau… Dingin… Kalo sampe masuk angin gimana?”

takao: “kalo masuk angin ya kerokin aja! Gitu aja kog repot? Lagian kasian dante seharian ini menderita terus…”

gackt: “prince charming like me?! Di kerokin?? Are u kidding?”

takao: “ga apa-apa. Klw ada yang tanya bilang aja itu tattoo khas indonesia. Okay, back to the story!”

dante pun kemudian melepas coat nya, lalu menjatuhkan tubuhnya yang sudah sangat kelelahan ke atas kasur yang empuk dan hangat. Sementara itu, gackt, karena tidak rela tubuh indahnya di beri ‘tattoo’ merah, ia memutus kan untuk tidur di sofa. Dan mereka pun terdidur lelap…

IN DA MORNING…

Sinar mentari pagi masuk melalui jendela kamar gackt yang terbuka lebar, menyinari wajah dante yang sedang tertidur lelap. Dante pun terbangun. Ia mengusap-usap matanya. Setelah sadar sepenuhnya, ia pun memperhatikan sekeliling ruanganya. Tidak ada lagi gackt di sofa. Yang tersisa hanya bantal dan selimut yang berserakan.

Dante: “07.20…” gumam dante sambil memperhatikan jam meja yang terletak di atas meja kecil di sebelah kasur gackt. “kemana dia pergi pagi-pagi begini?” pikir dante sambil berdiri dan memakai coat nya.

Dante pun berkeliling apartemen gackt. Mencari apa yang bisa di makan. Tetapi, sesampainya di dapur ia melihat sesosok gackt yang sedang menata meja.

Gackt: “ah, baru saja aku mau membangunkan mu. Ayo sarapan bersama!” ajak gackt.

Dante pun duduk di sebelah gackt, dan kemudian ia langsung menyantap telur goreng buatan gackt.

Dante: “kurang garam ya..” gumamnya.

Gackt: “huh! Kau ini protes melulu sih?” omel gackt.

Dante: “aku nggak protes! Aku kan cuma ngomong, ‘kurang garam’. Bukan berarti nggak enak kan?”

gackt: “kau menyebalkan! Padahal, aku sudah susah payah berbaik hati padamu. Tapi kau malah tidak berterima kasih!”

dante: “okay! Okay! Thank you very much!!” ucap dante menahan emosi.

Mereka berdua akhirnya duduk saling membelakangi satu sama lain. Dante merasa agak menyesal sudah berteriak kepada gackt. Padahal gackt berniat baik padanya.

Setelah beberapa menit mereka terdiam, tiba-tiba saja datanglah seseorang…

Hyde: “gackt, kenapa aku ketuk pintunya tapi kau… *melihat dante* dante kun!?” haido terkejut.

Dante: “ah, kita bertemu lagi”

gackt: “kalian sudah saling knal ya?” tanya gackt.

Hyde: “ung, ia datang ke studio tempatku latihan dalam keadaan yang menyedihkan!” ungkap hyde. “padahal ku pikir kau sudah pulang ke tempat asalmu..”

dante: “maunya sih begitu. Tapi aku… Tidak tahu jalan pulang…”

mereka bertiga pun terdiam sesaat.

Gackt: “dante, bagaimana kalau kau ceritakan awal mula kenapa kau bisa sampai di sini?”

dante pun menceritakan awal mula kejadian sampai ia mendarat di negri asing ini.

Dante: “… Terus, aku bangun pagi, lalu di bikinin sarapan sama si gak, lalu karena masakanya si gak nggak enak, aku lalu…”

gackt: “eh! Udah! Udah! Bagian situ nggak penting!” T”T

hyde: “bagaimana kalau kita ke tempat yang sudah membawa dante ke sini?” ajak hyde

gackt: “nice idea, mungkin ada petunjuk di sana.”

dante: “percuma saja, aku sudah kesana kemarin.” jawab dante lesu.

Hyde: “begitu ya…” kata hyde hopeless

gackt: “kita coba sekali lagi! Kemarin kan kau cuma sendiri. Mungkin kalau kita ke sana bertiga akan ada hasilnya!!” Kata gackt memberi semangat.

Hyde: “ung, coba sekali lagi. Gimana?”

dante pun menuruti permintaan mereka dengan perasaan ragu dan tidak yakin.

Dan atas permintaan dante, di putuskan bahwa yang akan menyetir adalah hyde.

Mereka pun sampai di tempat tujuan dengan selamat. Tempat itu ramai,

tapi tidak seramai saat dante pertama kali datang ke tempat itu.

Dante kemudian mengantar mereka ke jalan buntu yang sudah

membawanya kemari.

Dante: “aku datang tiba-tiba saja dari sini…”

gackt: “bagaimana bisa ya? Ini kan jalan buntu?!”

hyde: “apakah kau menembus tembok?”

dante: “kalau aku tau bagaimana, aku tidak akan berada di sini lagi..”

mereka bertiga pun terdiam sesaat, memikirkan cara yang mungkin

untuk mengembalikan dante. Tiba2 saja terbesit ide gila di benak

gackt..

Gackt: “mungkin kau harus berlari kencang untuk menembus tembok itu!”

dante: “Eeh~”

hyde: “patut di coba!” kata hyde bersemangat.

Setelah di paksa, dante pun menuruti saran mereka. Dante mengambil

ancang-ancang untuk berlari dan, dalam hitungan ke tiga dante pun

berlari sekuat tenaga ke arah tembok tersebut.

Namun… Di saat yang tepat, beberapa inch di depan tembok dante

mengerem mendadak…

Gackt: “kok berhenti??” tanya gackt agak kesal.

Dante: ” kalau nanti nabrak gimana?” dante khawatir.

Gackt: “memang itu kan tujuan kita?!”

tanpa ragu lagi, gackt pun menarik dante kemudian menghempaskanya

ke arah tembok

“BUAAAGH..”

dante: “aouch! What are u fuckin doing?” protes dante sambil

memegangi hidungnya yang berdarah.

Gackt: “nothing has been? Try again!” gackt pun kembali menarik dante

dan menghempaskanya lagi ke arah tembok.

“BUGH..!”

dante: “ouch!! Gak, please stoped!” dante meringis kesakitan.

Tetapi karena tetap tidak terjadi apa-apa, gackt mengambil ancang2

kembali. Ia berniat untuk mendorong dante lebih kuat lagi.

Dante: “hei! No no no no no no!!” perintah dante.

Tetapi gackt tidak peduli. Ia tetap menarik paksa lengan dante.

Hyde: “that’s enough, gackt” ucap hyde sambil menahan lengan gackt.

“kita sudah melihat kalau hal itu tidak berhasil. Jika kau teruskan

dante kun bisa mati!”

gackt terdiam. Ia merasa kalau ucapan hyde itu benar adanya. *ya

iyalah!*

hyde menyandarkan tubuhnya di tembok yang kotor dan lembab.

Sememtara itu, gackt berjongkok sembari menatap langit dengan lesu.

Mereka kembali berpikir…

Dante menatap mereka. Ia menyesal sudah merepotkan kedua orang

baik ini. Dante kemudian menghela nafas panjang, ia membuat keputusan

besar…

Dante: “hyde, gak… Terima kasih banyak kerena sudah membantuku.

Tetapi.. setelah ini biarkan aku berusaha sendiri..” ucapnya sambil

tersenyum pahit.

Hyde: “a~ kenapa begitu? Maaf kalau kami payah, tapi kami tulus ingin

membantu mu!” jawab hyde khawatir.

Dante: “tidak, aku sangat berterima kasih atas bantuan kalian selama

ini, tapi aku tidak mau merepotkan kalian lagi”

gackt pun bangkit dan menatap dante dengan tajam.

Gackt: “apa kau yakin?” gackt khawatir.

Dante mengangguk yakin. Dan karena keyakinan dante yang kuat itulah

mereka merasa tidak akan mungkin untuk menahan dante. Hyde dan

gackt pun masuk ke dalam mobil. Hyde menatap dante dengan sedih.

Hyde: “mulai sekarang aku hanya bisa membantu mu dengan doa..”

dante: “terima kasih, kau baik sekali..”

gackt pun menjalankan mobil nya perlahan. Meninggalkan dante yang

menatap kepergian mereka dengan miris..

Dante berpikir kalau ia harus memulai petualangan barunya. Ia pun

berjalan tak tentu arah. Ia hanya mengikuti kata hatinya saja.

Kemudian…

“toloong!! Tolong!”

teriak seorang wanita paruh baya. Dante menghampirinya untuk mencari

tahu apa yang terjadi.

Dante: “ada masalah apa nyonya?”

“tolong! Ada pejambret!” jawab wanita itu, panik.

dante, yang memiliki jiwa sosial yang tinggi itu pun mengejar pejambret

tersebut. Ia mengejar pejambret itu hingga masuk ke dalam

terowongan yang sangat gelap.

Dante: “sial, ini lebih gelap dari kamarnya si gak! Tidak terlihat apa

apa!” keluh dante sembari menghentikan larinya. Percuma saja ia berlari

jika tidak bisa melihat.

Meski tidak terlihat apapun, dante tetap waspada. Ia membalikan

tubuhnya, memutuskan untuk menyerah saja mengejar pejambret itu.

Betapa terkejutnya dante begitu mendapati pintu keluar terowongan

tersebut telah hilang. Dante terdiam. Berusaha mencerna apa yang

sedang terjadi..

Di saat seperti itu, tiba tiba saja ada yang memukul dante dari

belakang. Dante meringis kesakitan, ia memutar pandanganya. Mencari

sang pengecut yang berani memukulnya dari belakang.

Dante: “bastard.. Kalau berani, ayo berhadapan dengan ku!” tantang

dante.

Makhluk itu pun kembali menyerang dante. Kali ini bertubi-tubi. Dante

yang tak dapat melihat sama sekali ini pun menjadi tak berdaya. Ia

jatuh tersungkur…

Dante berusaha bangkit, ia mengangkat kepalanya. Tempat tersebut

mulai remang-remang, sehingga memungkinkan dante untuk melihat.

Tetapi, betapa terkejutnya ia.. Ternyata yang sedang di hadapinya

saat itu adalah seekor monster…

Monster tersebut menggeram keras. Tanpa banyak berpikir lagi, dante

langsung mencabut pedang besarnya dan dengan beberapa tebasan,

dante berhasil merobohkan monster tersebut…

Dante mengangkat kepalanya dan melihat sekeliling… Ternyata sudah

banyak monster-monster serupa yang sudah mengincarnya. Dante

tersenyum licik. Ia pun memulai aksinya, menumpas para monster yang

menghalangi jalanya…

~~~

Dante membuka matanya. Ia menghela nafas panjang sambil melihat ke

sekelilingnya. Bangkai monster ada di mana-mana. Ia pun duduk

bersandarkan tembok. Tersenyum, Menatap bulan sabit yang terlihat

begitu besar dan angkuh…

“hyde… Gak… Terima kasih… Aku sudah sampai di rumah…”

END…
aneh bgt ya part 2 nya? T____T bodo ah…

see too : dmc dante’s dazing part 1


4 Tanggapan ke “DMC: Dante’s dazing part 2”


  1. 1 kaihiro
    Juli 18, 2008 pukul 14:18

    gmn kl kt bkin project?

  2. Juli 25, 2008 pukul 14:50

    selese juga kan? tapi aneh ya? gw juga ngerasa dari awal kalau ending nya maksa

  3. 4 L'Arc Enzeru
    Agustus 2, 2008 pukul 07:51

    Overall bgs seeh, cmn mulai ending mulai maksa


Tinggalkan Balasan




Prologue

selamat datang di blog gw.
ini adalah blog yang cukup tidak penting untuk di baca.

blog ini di urus oleh "takao".kalau ada yang mau protes, mau komplain, mau ngobrol, mau ngomong, mau kenalan, mau request lyrics, mau adu bacot, bisa mengunjung halaman "talk with me"

irrashaimase...

Archives

Calendar

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Da Rules

silakan mengambil, mengcopy, atau mendownload content dari blog ini asalkan tidak di gunakan untuk keuntungan komersil

the others web

where are u will goin’?