DMC dante’s dazing
Ini hanyalah sekedar cerita fan fiction belaka. Kesamaan nama dan tempat adalah unsur kesengajaan. Namanya juga fanfic -_____-
title: DMC (dante may cry) dante’s dazing
author: takao
editor: Akito a.k.a Kitto a.k.a K
staring: dante of course, larc, gaku, dan bbrp figuran
genre: fanfic uhm… Action kali ya.. Atw adventure?
see too : dmc dante’s dazing part 2
Dante tersadar dari kegilaanya. Dia sudah menghabisi semua monster dalam sesaat. Sekarang, jalan tempatnya berdiri menjadi lengang. Sepi.
Dante: “okay, what should i do? Aku sudah menghabisi semuanya. Sebaiknya aku pulang sekarang”
tapi langkah dante tertahan, saat ia melihat red orbs di sisi jalan.
Dante: “red orbs! Lumayan, buat upgrade ^^” kata dante sambil menghampiri orbs-orbs tersebut.
Dante kemudian memunguti orbs orbs yang tercecer di sepanjang jalan itu.
Karena terlalu serius memunguti orbs, dante tidak memperhatikan langkahnya. Sampai akirnya ia tersadar saat tiba di ujung jalan tersebut..
Ia melihat dunia yang lain, dan makhluk makhluk yang tidak pernah ia lihat sebelumnya…
Ada gadis victorian, makhluk aneh dgn rambut warna-warni dan pakaian yg aneh pula, gadis dengan kulit coklat dan riasan yg heboh, serta masih banyak lagi yg serupa tapi tak sama dgn mereka. Semua membaur menjadi satu..
Dante: “mo… Monster macam apa mereka.. I never seen them before…”
tidak mau terlibat lebih jauh, dante memutuskan untuk kembali. Namun, saat ia berbalik, ada seseorang yg menarik coatnya.
Kameko1: “mas, boleh minta photonya kan?” (ini di harajuku atw di jawa sih?)
dante: “eh… Euh..”
*BLITTZ!!*
dante: *kedip-kedip karena lampu blitz*
kameko1: “makasih ya mas, ekspresinya bagus deh!”
kameko2: “eh, photoin gw sama dia dong!” *ngasih cam ke kameko1* “ih, perutnya keren deh, rajin latihan ya?” *ngelus2 perut dante*
dante: “hiiy…!! Do not touch!” *merinding*
kameko1: “say, cheeeese!!” *BLITTZ*
dante pun kedip-kedip lagi karena kesilauan.
Kameko1&2: “makasih ya mas!”
kedua kameko itu pun pergi, meninggalkan banyak pertanyaan di kepala dante.
Dante: “makhluk apa mereka? Dan.. Senjata apa yg mereka gunakan?”
masih dalam keadaan bingung, tiba-tiba ada seorang kameko yang memintanya untuk berphoto. Dalam sekejap, dante pun di kerumuni para kameko yang ingin mengambil gambarnya.
Langit mulai memerah, matahari pun terbenam. Dante –yang kelelahan karena di tarik kesana kemari untuk berphoto photo– duduk di kursi taman.
Dante: “fiuh, sebenarnya apa yg mereka mau dengan membidikan benda menyilaukan itu ke arah ku? Pdhl benda itu tidak memberikan damage apa-apa.”
takao: “dante bodoh ya ^w^” *di tebas*
karena merasa lapar, akhirnya dante memutuskan untuk mencari makanan dulu sebelum ia benar-benar pulang. Langkahnya terhenti ketika ada seorang pria ramah yang menawarinya makanan.
Pria: “silakan pak, hotdog nya..” sapa pria tersebut sambil tersenyum
dante: “Aa~ terimakasih, inilah yang aku butuhkan” jawab dante sembari mengambil hotdog nya.
Pria: *mengamati* “gimana pak, enak?”
dante: “yup, sangat enak. Apalagi karena aku sedang sangat lapar”
pria: “baiklah, semuanya jadi 3500″
dante: “huh!? 3500 apa?”
pria: “ya 3500¥ lah! Memangnya apa lagi?” jelas pria tersebut stengah marah.
takao : “maaf bagian harganya agak ngasal karena gw belum melihat kurs mata uang yen”
Dante: “uhm.. Bisa bayar pake ini?” tanya dante sambil menyodorkan red orbs nya.
Pria tersebut merasa tersinggung. Lalu, meledak lah amarahnya. Ia pun mengambil kembail hotdog yang tadi ia berikan untuk dante.
Pria: “DASAR KERE!! KLW GA PUNYA DUIT PERGI AJA SANA!!! maki si tukang hotdog sambil mengusir dante.
Dante yang kelaparan melanjutkan perjalananya yang tanpa tujuan di malam yang dingin. Ia jalan terseok-seok di negri asing. Sampai akhirnya ia mendengar alunan musik yang membuat bulu kuduk nya merinding…
Karena penasaran, dante memutuskan untuk mencari tahu. Dante pun berjalan dengan susah payah ke arah gedung tempat musik itu berasal.
Tetsu: “Aaaah…!! Jelek banget! Padahal kemarin latihan terbaik kita, tapi kenapa hari ini jelek banget??
Hyde: “gomen~ tecchan… Aku capek banget, dari kemarin belum tidur…” kata haido memelas.
Tetsu: “salah sendiri!! Kenapa nggak tidur!?” maki tetsu lagi.
Hyde: “habisnya, kamu paksa aku temenin kamu main game sampe pagi! Terus abis itu kita kan ada interview single drink it down di xxx Tv! Setelah makan siang langsung latihan sampai malam! Gimana mau tiduuuurr!!??” haido balas memaki tetsu.
Tetsu: “eeh… Majide~” tetsu nggak yakin.
Yuki: *nods nods nods*
ken: “udahan aja yuk, udah malem nih, lagian gw ada janji” ^////^” *mesum mode: ON*
tetsu: “allright. Latihanya kita sudahi dulu. Doiha! Sampe rumah kamu harus langsung tidur!!”
hyde: “okay!!” jawab haido penuh semangat.
Haido dan yuki pun dengan semangat 45 menuju pintu studio. Lalu, saat mereka membuka pintu itu… Muncul se sosok makhluk mengerikan, berambut putih acak-acakan, sedang merangkak menuju tempat mereka…
GYAAAAAAAAAAAAAA……!!!!
Dan mereka pun kompak langsung ngumpet di balik punggung ken.
Tetsu: “ma…. Makhluk apa itu??” *gemetar*
hyde: “huah~~ seraaaam… Takut!” >.< *membenamkan wajah di punggung ken*
yuki: “huaaaaaaaaaang~~~~” *nangis sambil meluk kaki ken*
dante pun merangkak perlahan menghampiri mereka berempat.
Ken: “hiyy…!! Hus! Hus!” usir ken sambil memukul-mukul dante dengan sapu.
Dante yang kesakitan berhenti merangkak. Para member L’Arc pun memberanikan diri untuk mendekati dante.
Yuki menyentuh dante untuk memastikan apakah ia masih hidup atw sudah tewas. Tiba-tiba saja dante terbangun dan mencengkram kerah baju yuki.
Yuki: *shockin* “GYAAAAA….!!!” yuki teriak histeris yang membuat semuanya panik.
Ken: “hus! hus! Lepasin yuki!!” ken kembali memukuli dante dengan sapu.
Sementara itu, tetsu dan haido berusah melepaskan yuki dari cengkraman dante.
Dante: “ouch! wait!! wai… aww!! Hei!!”
tanpa menghiraukan rintihan dante, ken terus saja memukulinya dengan sapu.
Ken: “mati kau” *BUAGH!* “mati!!” *BUGH!*
dante yang gerampun meledak amarahnya.
Dante: “HRAAAAH…!! dengerin gw dulu!!” dante berteriak yang menyebabkan keheningan sesaat di studio.
Dante: “meskipun aku manusia setengah monster, tapi aku nggak makan orang kok…” protes dante sambil berusaha bangkit.
Para member L’Arc memandang dante yang lusuh dengan keheranan.
Tetsu: “si… siapa kau..” tanya tetsu memberanikan diri.
Dante: “perkenalkan, aku dante. Mohamed dante abdul aziz loekman noegraha prasetyo wahyudiningrat bassilleus aristocrate. Cukup di panggil dante saja”
takao: “ini orang mana sih? ^^;”
tetsu: “lalu, kau mau apa kesini?” tanya tetsu lagi.
Dante: “uhm… a… aku…” *KRUYUUUK~* perut dante pun keroncongan dengan merdunya…
Hyde: “owh… I see…” *grin*
paham apa yang di butuhkan dante, haido pun segera bergegas ke dapur.
Takao: “di studio ada dapur?? eww… Forget it!”
hyde: “ano… Gomen ne, tapi cuma ada ini…” kata haido sambil menyerahkan sepiring nasi dengan ketimun dan sambal.
Dante: “…………….”
Dante: “woi takao! Lu demen amat sih nyiksa gw! Paling nggak kasih gw makanan manusia kek!”
takao: “eewww… udah untung gw kasih.. Lagian emangnya lu manusia apa?”
dante: *nggorok takao*
takao: “ewww…!! iya! iya!”
Back to the story…
hyde: “ano… Gomen ne, tapi cuma ada ini…” kata haido sambil menyerahkan sepiring nasi dengan sup yang sudah dingin.
Takao: “tuh! udah gw ganti!” *menjahit lehernya yang hampir putus.
Dante yang sudah sangat kelaparan pun langsung melahap makanan itu tanpa banyak protes lagi.
Ken: “whoa.. Lahap sekali ya makan mu, sepertinya kau sangat kelaparan…” kata ken membuka pembicaraan.
Dante: *nods nods*
ken: “btw, kau tinggal di mana?”
dante: *berhenti mengunyah* “aku tinggal di….”
NB: di karenakan gw ga tau dante tinggal di mana, jadi bagian itu gw kosongin. 4give me please~
ken: “eeh..? Daerah mana itu?” ken kebingungan
tetsu: “kau bukan orang jepang ya?” tanya tetsu.
Hyde: “apakah kau orang asing?”
yuki: “orang asing yang tersesat ya?”
dante hanya diam karena dia sendiri juga tidak tahu ingin menjawab apa.
Tetsu: “okay ne, karena kau orang yang tersesat, kami akan mengantarmu ke kantor polisi besok!” kata tetsu.
Ken: “eeh… Kenapa kantor polisi? aku tidak yakin polisi-polisi itu akan memperlakukanya dengan baik” protes ken.
Ken: “sebaiknya dia kita bawa saja ke panti jompo!” perintah ken asal.
Hyde: “ken chan jangan ngaco! Dante kun kan belum setua itu! Harusnya dia di bawa ke panti asuhan!” kata haido semakin asal.
Yuki: “ano~ karena belum jelas apakah dante itu manusia atw bukan, sebaiknya dia kita titipkan saja di kebun binatang…”
*krik… krik… krik…*
TetsuKenHyde: “JANGAN NGACO DEH YUKIIII……!!!”
dan akhirnya, mereka pun bertengkar mempertahankan pendapat mereka masing-masing.
Dante, yang tidak mau di bawa ke kantor polisi, panti jompo, panti asuhan atwpun kebun binatang ini pun pergi diam-diam meninggalkan mereka.
Dante merasa ingin pulang. Tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya. Kemudian dante memutuskan untuk kembali ke tempat yang telah membawanya kemari.
Setelah kira-kira setengah jam berjalan, dante akhirnya sampai juga di tempat yang sudah membawanya ke dunia ini. Tempat tersebut terlihat sangat berbeda di malam hari.
Setelah menelan ludah dengan berat, dante memberanikan diri memasuki gang (atw portal) itu…
Tetapi…
…Yang ia dapatkan hanyalah sebuah jalan buntu yang gelap, dan kotor.
Dante menghela napas panjang. Ia lalu duduk bersandarkan tembok yang dingin dan kotor. Membiarkan tubuhnya yang letih di terpa angin malam…
–bersambung da be–
see too : dmc dante’s dazing part 2





10/10. GYAHAHAHAHAHHA mayan buta ngilangin stress gw. Gw tunggu kelanjutannya ^^
hehe
oke, lets see..
makanan 3500yen?? bo’ mahal banget T.T..
eh, yuki kan suka banget tu ma DMC, pairing-in aja mereka.. hehe.
btw, takao emang suka nulis fic ya??ganbatte ne..
nanya ni, do u like bl/sa?
ano…
“do u like bl/sa?”
apaan tuh artinya? BL? boys love??
gomen~ gw ga pernah baca dan ga pernah berniat untuk baca. karena kitto bilang :
“kamu tuh masih bocah! jangan pernah ngeliat semua yg berhubungan dgn +17″
klw ngelanggar pasti kena kutuk nya kitto T___T gw baru boleh liat KATANYA sih klw udah umur 25 taun -____-
klw soal harga makanan gw asal, soalnya waktu itu lg terburu2 dan ga sempet liat converter. pdhl gw udh blg kitto utk di edit. tapi nggak di edit juga sm dia..
what?
lu minta ya?
…………
kayaknya nggak gw baca tuh…
sunggguh teganya dirimu…
kayaknya minus lu nambah tuh
hehe.. klo gitu nurut kitto aja dah.
okey. lanjutkan fic-mu..